Selamat Datang di WEBSITE Resmi KEJAKSAAN TINGGI SULAWESI TENGGARA

SINERGITAS APARAT PENEGAK HUKUM DALAM PENANGANAN PERKARA KEPABEANAN

 

SINERGITAS APARAT PENEGAK HUKUM DALAM PENANGANAN PERKARA KEPABEANAN

Pada hari Kamis tanggal 17 Januari 2019 bertempat di Pelabuhan Pemda Wanci, Tim Gabungan Bea Cukai Kanwil Makassar Bagian Selatan dan Bea Cukai Kendari mengamankan sebuah kapal KLM Bumi Lestari yang mengangkut barang import yang tidak tercantum dalam manifes berupa pakaian bekas/balepress/cakar dan sepatu bekas yang dikemas dalam karung dari Dili Timor Leste dan membongkar barang import tersebut diluar kawasan pabean tanpa izin kepada Kantor Pabean di Pelabuhan Wanci Kabupaten Wakatobi. Dalam perkara ini telah ditetapkan 1 (satu) orang tersangka, Inisial BHD Sebagai Nahkoda “KLM Bumi Lestari” dan ditahan di Rutan kelas II A KENDARI. Dengan Sangkaan Pasal 102 huruf a dan huruf b Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan. Barang bukti hasil penindakan berupa: 1. 1 (satu) buah kapal KLM Bumi Lestari; 2. 677 (enam ratus tujuh puluh tujuh) balepress yang terdiri atas: a. 292 (dua ratus sembilan puluh dua) bales pakaian bekas; b. 385 (tiga ratus delapan puluh lima) bales sepatu bekas. dengan perkiraan nilai barang sebesar Rp. 1.500.000.000,00 (satu milyar lima ratus juta rupiah). Barang bukti untuk sementara diamankan di Dermaga Lanal Kendari. Selanjutnya Pada hari Rabu tanggal 30 Januari 2019, telah dilaksanakan konferensi Pers Di Dermaga Lanal Kendari mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut yang dihadiri oleh: 1. Kakanwil Bea Cukai Sulselbar 2. Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara 3. Kapolda Sulawesi Tenggara (diwakili) 4. Danrem 143/Halu Oleo 5. Danlanal Kendari 6. Danlanut Halu Oleo 7. Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tenggara 8. Kepala Kantor Pajak Pratama Sulawesi TenggaraWartawan, Media Cetak dan Elektronik.(30 Jan. By.adm)